Ulasan Expo ZA Share: Berbagai Sudut Pandang Soal Berbagi Pendidikan

Ulasan Expo ZA Share: Berbagai Sudut Pandang Soal Berbagi Pendidikan

Expo ZA Share: Sebuah Cara Unik Untuk Berbagi Pengetahuan

Apa yang terbayangkan dengan kata “Pendidikan”? Apakah berhubungan dengan sekolah ataupun ruang kelas lengkap dengan guru yang membosankan dan murid-murid yang mengantuk? Expo Za Share yang sudah dikenal juga sebagai “Expo terlucu di dunia” akan membawa kita semua pada pemahaman bahwa pendidikan sama sekali tidak membosankan, dan banyak sekali kemungkinan yang bisa dikembangkan. Lebih dari 120 organisasi yang bergerak di bidang pendidikan berkumpul dalam EXPO yang diselenggarakan pada tanggal 20-22 Oktober ini. Hal ini menandakan pula bahwa EXPO ini adalah EXPO paling inovatif di bidang pendidikan se-Asia.

Expo ZA Share berhasil menggaet 40,000 pengunjung
Berlokasi di Taman Kreatif HuaShan, Za Share Expo berhasil menggaet 40,000 pengunjung selama tiga hari.

“Belajar adalah bagaimana kita bisa proaktif, bukan dipaksa” kata Su Yang-Chih (蘇仰志)penggagas Za Share. “Expo Za Share hadir untuk menolong semua orang dari berbagi umur untuk menggali semangat mereka kembali belajar dan keluar dari ide-ide lama soal pendidikan.” Tambahnya. Sehingga Za Share lebih mirip sebuah “taman bermain” untuk belajar ketimbang sebuah institusi pendidikan.

SHOKUZiNE(職人) bertujuan untuk menceritakan kisah para pengrajin di Taiwan dan menumbuhkembangkan cita-cita anak pada berbagai jenis bidang studi, tak hanya berfokus pada prestasi akademik.
Tersebar dari mulai NGO, Media Startup, hingga Digital Learning Platform

Kata(雜)dalam bahasa mandarin artinya “bervariasi,” dan bisa diturunkan juga sebagai berbagai macam cara untuk belajar. Stan yang ada di dalam Za Share ini cukup beragam, dari mulai lembaga non-pemerintah (NGO) yang memiliki fokus dalam pendidikan di desa-desa, media startup yang meliput isu-isu yang tidak mainstream, hingga ada juga yang bergerak dalam bidang pengembangan platform untuk pembelajaran digital. Beberapa stan yang termasuk ke dalam Asia Tenggara ataupun studi budaya Islam juga menjadi sorotan.

SEA Breeze(心對話)mengenalkan anak-anak muda Taiwan kepada berbagai negara Asia Tenggara dengan lebih dalam. Mereka kini berfokus pada program di Aceh, Indonesia dan telah berusaha untuk mengenalkan budaya Islam kepada orang-orang Taiwan.
One Forty adalah satu dari sekian banyak NPO yang berdedikasi untuk memberdayakan para pekerja migran dari Asia Tenggara di Taiwan dengan menyelenggarakan berbagai kursus di bidang bahasa, keuangan, keterampilan, dan lain sebagainya. Dengan keikutsertaan mereka dalam berbagai kegiatan dan expo untuk bertukar budaya, One Forty telah menjadi jembatan antara Taiwan dan negara-negara Asia Tenggara.
Tim dari Taipei Walking Tour sangat bersemangat untuk bercerita soal Taipei dengan menawarkan tur kota dan mengajak Anda untuk menjelajah berbagai sudut yang kurang mendapat perhatian di kota yang penuh nilai sejarah juga bertenaga ini. Tur Indonesia Kecil di sekeliling Stasiun Taipei menawarkan sudut berbeda dan baru untuk mengenal Taipei.

Anda bisa melihat laman resmi mereka di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: