Sejarah Singkat Islam di Taiwan

Sejarah Singkat Islam di Taiwan

Orang-orang Muslim pertama yang dipercaya tinggal di Taiwan pada tahun 1683 dan berasal dari Dinasti Qing. Namun, mayoritas dari mereka berasimilasi dengan budaya lokal dan secara bertahap berhenti menjalankan ajaran Islam. Muslim di Taiwan sering disebut sebagai Muslim Hui yang mewakili sekitar 20.000 dari 60.000 tentara yang menetap di Taiwan. Berdasarkan laporan tahun 2012 dari PEW Research Center, umat Islam di Taiwan sekarang berjumlah hanya 0,2 persen dari 23 juta populasi penduduk di Taiwan.

International Islamic News Agency (IINA) melaporkan bahwa Dr. Abdul Wahhab Nurwalli, Asisten Sekretaris Jenderal World Assembly of Muslim Youth (WAMY) pada bulan Juni 2010 telah mengungkapkan bahwa karena umat Islam Taiwan diabaikan oleh saudara-saudara mereka; mereka harus kembali ke agama lain, seperti Buddhisme. Dia menyatakan bahwa ada 50.000 Muslim Taiwan, namun kebanyakan dari mereka bahkan tidak sadar bahwa mereka adalah Muslim.

Masjid Besar Taipei

Namun, meski populasi Muslim sangat terbatas, Taiwan menduduki peringkat kedua di dunia dalam Indeks Keanekaragaman Agama, setelah Singapura, dan ini adalah tempat yang sangat toleran untuk ditinggali. Lingkungan di Taiwan mempengaruhi bagaimana pemuda Muslim hidup karena mereka didorong untuk memprioritaskan budaya daripada agama.

Laporan Aljazeera menyatakan bahwa ketidaktahuan mereka tentang Islam secara umum berasal dari kurangnya minat terhadap Islam. Selain itu juga dibuktikan dalam persepsi bahwa tidak banyak yang dapat diperoleh dari agama ketika kesuksesan budaya Tionghoa didefinisikan oleh kerja keras, kekayaan, dan status. Dengan demikian, orang-orang Taiwan banyak yang tidak sadar akan sejarah Islam mereka, hal tersebut terlihat dari beberapa budaya mereka saat ini yang terhubung dengan Islam, misalnya sebagian dari mereka di tempat-tempat tertentu percaya untuk tidak memakan daging babi karena nenek moyang mereka yang muslim memang mengharamkannya. Hanya anak cucu mereka yang hidup saat ini tidak mengetahui ihwal sejarah tersebut.

Mayoritas Muslim Taiwan saat ini adalah Mualaf. Kedatangan Muslim dari luar Taiwan memainkan peranan penting dalam masyarakat Muslim Taiwan. Saat ini ada lebih dari 300.000 orang asing Muslim yang tinggal di Taiwan untuk belajar, bekerja, atau menikah dengan orang Taiwan setempat. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Turki, Filipina, Pakistan, India, Mesir, Yordania, dan tempat lainnya. Hal ini membuat jumlah Muslim di Taiwan berkembang pesat.

NTUST International Muslim Student Association — Asosiasi Mahasiswa Muslim Internasional di NTUST.

Dengan gelombang migrasi yang memuncak baru-baru ini, sebuah lanskap sosial dan religius modern baru telah terbentuk di Taiwan. Campuran Islam dengan agama Budha, Taoisme, dan Konfusianisme di Taiwan perlahan hilang dengan cara hidup Muslim yang baru melalui jumlah orang asing yang datang ke Taiwan dan menikahi orang Taiwan setempat, yang kemudian masuk Islam. Meski jumlah umat Muslim di Taiwan terus meningkat, jumlah tempat halal, makanan, dan produk di Taiwan masih rendah dan terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: